Menarik, ANies Di laporkan KASN kepada Presiden
AdidasNews - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) resmi melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Presiden Jokowi. KASN melaporkan Anies karena tidak menjalankan seluruh rekomendasi untuk mengembalikan jabatan 8 dari 16 pejabat eselon II yang dicopot mendadak sampai batas waktu yang diberikan.
Rekomendasi KASN dikeluarkan usai temuan pelanggaran dalam perombakan terhadap 16 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah DKI. Komisi sebelumnya telah memberi tenggat waktu 30 hari kerja plus satu pekan untuk menyelesaikan rekomendasi atas temuan pelanggaran itu.
Masalahnya Pemerintah DKI memang sudah melaksanakan sebagian rekomendasi KASN. Sebanyak 8 pejabat DKI yang dicopot telah dinyatakan resmi pensiun, dipindahkan dengan jabatan yang setara atau memilih berhenti untuk mencalonkan diri sebagai legislatif. Tapi 8 orang sisanya masih belum selesai alias tidak jelas gimana.
Karena Anies mungkin ogah-ohahan atau gimana, akhirnya KASN, melaporkan Anies kepada Presiden dengan isi laporan di antaranya berupa kronologis perombakan pejabat dan dokumen-dokumen bukti pemberhentian oleh Gubernur.
Kita tunggu saja apa respon Pak Jokowi terkait ini. Soalnya wewenang pemberian sanksi kepada Anies nantinya ada di tangan Presiden Jokowi.
Mungkinkah ini adalah salah satu pelajaran buat Anies? Bukan hanya sekali ini, Anies beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang menabrak aturan lain. Diperingati, dikritik bahkan dicibir, tapi Anies seolah tidak peduli dan keras kepala serta ngotot dengan jalannya sendiri.
Yang lebih lucunya, saat KASN meminta laporan soal itu, Anies hanya mengirim kliping pemberitaan di koran usai ditegur soal perombakan pejabat. Padahal seharusnya Anies menunjukkan berita acara pemeriksaan (BAP) pemeriksaan kinerja pejabat yang dicopot sesuai aturan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Ada hasil pemeriksaannya yang ditandatangani yang bersangkutan, itu yang dijadikan bahan bukti. Nah, sekarang yang dikirim ke mereka cuma guntingan koran.
Ini benar-benar komedi yang sangat mengocok perut. Benar-benar gubernur kebanggaan JKT58 dan pilihan umat yang, ah, sudahlah. Hahaha. Padahal di UU tersebut dijelaskan harus ada peringatan tertulis kepada ASN yang kinerjanya dinilai buruk. Tapi Anies melakukan manuver jungkir balik yang bikin semua orang geleng-geleng kepala.
Maka dari itu, KASN sempat mengeluarkan rekomendasi kepada Anies untuk mengembalikan jabatan 16 pejabat yang dicopot. KASN menganggap ada maladministrasi dalam kebijakan pencopotan yang dilakukan Anies secara diam-diam pada 5 Juli 2018. Intinya 8 pejabat sudah clear, sedangkan 8 sisanya entah gimana, saya pun kurang tahu. Dan karena tenggat waktu sudah lewat dan Anies terkesan tak patuh, akhirnya dilaporkan ke presiden.
Bukan hanya soal klipingan koran saja. Mantan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana juga pernah membuat pernyataan yang bikin kita geleng kepala. Dia mengaku dipensiunkan oleh Anies hanya lewat Whatsapp. Kalau dalam bahasa Anies, mungkin ini bukan dipensiunkan, tapi dicukupkan tugasnya. Kata-kata yang sangat indah ditelinga, kan?
Bambang juga merujuk kepada perombakan lima walikota dan satu bupati oleh Anies pada bulan Juli lalu. Dia yang dilantik sebagai walikota di masa pemerintahan Ahok pada 2015 lalu, keberatan dicopot lalu dipensiunkan hanya lewat media Whatsapp. Dia sebenarnya tidak begitu mempermasalahkan jabatannya dicopot. Yang dia masalahkan adalah dia belum terima keputusan gubernur yang asli soal pencopotan jabatannya, melainkan hanya lewat WhatsApp.
Silakan nilai sendiri apa yang sudah dilakukan Anies. Anies benar-benar beda jauh dengan gubernur sebelumnya. Bikin kebijakan asal-asalan, takut bikin gebrakan besar, hanya berani main aman, dan sekarang bikin tindakan konyol macam pencopotan lewat WhatsApp atau klipingan koran. Inikah gubernur yang sangat dibanggakan oleh kelompok yang katanya JKT58 itu? Inikah yang disebut "tidak apa-apa" yang penting seiman, yang penting jangan Ahok?
Anies bisa saja membuat ribuan macam alasan untuk membela diri atau menyerang para pengkritiknya. Tapi melihat kronologi yang terjadi, kita sudah bisa paham dan sekaligus prihatin dengan Anies. Kalau bertindak atas dasar semau gue, gimana Jakarta mau maju. Faktor-faktor logis dihempaskan oleh pola pikir Anies yang terbalik.
Jadi pertanyaannya, apakah ini pertanda Anies akan mendapat pelajaran berharga setelah sekian lama membuat lawakan yang makin hari makin garing?




0 comments:
Post a Comment